Akmal, Berkah dari Penjara

No comment 15 views

DENGAN raihan 28.138 suara dari total 79.514 suara sah, KIP Abdya akhirnya menetapkan Akmal Ibrahim SH yang berpasangan dengan Muslizar MT sebagai peraih suara terbanyak sekaligus bupati Abdya terpilih hasil Pilkada 2017.

Suara yang diraih Akmal terpaut jauh dengan rivalnya paslon nomor urut 6, Muchlis MS-Hj Syamsinar sebanyak 20.334 suara sah, dan paslon nomor urut 9, Erwanto SE MA-Muzakir ND dengan raihan suara sah 13.108.

Kembalinya Akmal untuk memimpin Abdya tentu membawa angin segar kepada para petani dan masyarakat miskin yang sempat menikmati sejumlah program pro-rakyat seperti santunan kematian yang cair dalam tiga hari, santunan gizi bayi, hingga pembagian pupuk dan bibit gratis.

Perjalanan Akmal untuk comeback tidak mudah. Pada 14 Mei 2015 atau dua tahun sebelum tahapan Pilkada 2017, Akmal sempat tersandung hukum dengan dakwaan menjual tanah negara.

Akmal mengaku dirinya sangat sabar menghadapi cobaan dan tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Tak heran sejumlah aktivis antikorupsi dan praktisi hukum angkat bicara dan selanjutnya menggelar bedah kasus. Hasil telaahan aktivis antikorupsi, tokoh masyarakat Abdya, dan praktisi hukum, menyimpulkan ada yang janggal dengan kasus itu. Hal ini juga dibuktikan dengan seluruh saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dihadirkan sebanyak 36 orang. Mereka mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Alhasil, pada 18 November 2015 majelis hakim Tipikor Banda Aceh menyatakan suami Ida Agustina ini tidak bersalah dan bebas murni dan selanjutnya putusan bebas murni itu diperkuat dengan turunnya putusan Mahkamah Agung (MA).

“Memang tidak terpikir untuk naik bupati saat itu dan ini sebuah mukjizat politik yang diberikan oleh Allah SWT kepada saya. Selama dalam penjara setiap hari hampir ratusan orang menjenguk saya. Semua orang yang datang itu meminta saya maju kembali. Mungkin doa ikhlas dari sahabat inilah menjadi kenyataan saat ini,” katanya.

Keputusan mencalonkan diri kembali, kata Akmal, muncul setelah dirinya melaksanakan shalat istiqarah yang sebelumnya sempat dia pinta kepada sembilan orang ulama, di dalamnya termasuk Abuya Amran Waly Al-Khalidy. Hasilnya, mewajibkan Akmal untuk maju kembali.

Desakan maju itu awalnya juga datang dari sejumlah sahabatnya dari luar Abdya.

“Memang beda sekali dengan dulu (pilkada lalu). Kalau saya naik kali ini, hampir tidak mengeluarkan uang. Setiap pertemuan yang saya hadiri, uang dari masyarakat sendiri yang patungan. Ada yang bernazar malah,” kata ayah lima anak ini.

Sosok pemimpin yang tampil apa adanya dan penerima penghargaan bidang pertanian dari presiden ini tidak menampik kalau dirinya sering mendapat hujatan, hingga isu-isu miring lainnya. Dia mengaku tidak pernah membalas tuduhan dan fitnah. Bahkan dia mengingatkan para pendukung dan relawan agar tetap santun.

Kini, dengan adanya kepercayaan dari masyarakat Abdya, Akmal bertekad kembali mencanangkan dan melanjutkan program pro-rakyat pada sektor pertanian, perkebunan, hingga kelautan. Karena saat dirinya menjabat sebagai Bupati Abdya, dengan program pro-rakyat itu, mampu menurunkan angka kemiskinan secara terus-menurus hingga 2 persen setiap tahunnya.(c50)

Source

No Response

Leave a reply "Akmal, Berkah dari Penjara"