Dewan Pijay: Data Korban Gempa tak Valid

No comment 10 views

* Penyaluran Dana Bantuan Rawan Protes Warga

MEUREUDU – Wakil Ketua I DPRK Pijay, Fakhruzzaman SH, menilai bahwa gempa pada Desember 2015 yang meluluhlantakkan Pidie Jaya, belum seberapa dengan potensi bencana lebih besar yang segera datang menimpa masyarakat dan pemerintah kabupaten ini.

Bencana yang ia maksud adalah gelombang protes warga korban gempa yang tidak mendapat keadilan, akibat kesalahan atau kelalaian atau mungkin juga ada unsur kesengajaan oknum, dalam hal asesment data korban Gempa Pijay.

Apalagi, dalam dua kali upaya veririkasi data yang telah dilakukan tim dibentuk Pemkab Pijay, ternyata belum memberi rasa keadilan bagi warga. Lebih parah lagi, persoalan ini kemudian memunculkan konflikantar warga, antara korban gempa yang sama sekali tidak mendapat bantuan, dengan warga yang mendapat bantuan berlimpah.

Sehingga, warga korban gempa yang mengadukan ketidakadilan ke Pemkab atau DPRK setempat akan terus berdatangan untuk menuntut haknya.

Atas persoalan ini, Fakhruzzaman menyarankan Pemkab Pijay menghentikan sementara proses penyaluran bantuan, khususnya yang saat ini sedang dibagikan dalam bentuk uang ke rekening korban gempa hasil pendataan sebelumnya. Karena data yang dihasilkan itu dinilai tidak valid dan rawan protes warga. “Apabila data belum lengkap dan valid, Pemkab harus menyetop dulu proses pembukaan rekening bagi calon penerima, sehingga tidak menimbulkan persoalan lebih besar nantinya,” saran Fakhruzzaman.

Beberapa masalah yang rawan menimbulkan protes warga, yakni terkait penetapan kategori rumah ‘rusak berat’, ‘rusak sedang’ dan ‘rusak ringan’. Meski sudah beberapa pola asesment digunakan, seperti pola penilaian oleh tim dan pola penilaian oleh keuchik (kepala desa) setempat, masih saja menuai masalah. Masalah lainnya, terkait pemberian bantuan rumah hunian sementara (huntara), juga dinilai masih bermasalah.

Begitu juga menyangkut dengan penetapan siapa saja yang berhak menerima bantuan dalam bentuk uang, selayaknya dituntaskan lebih dulu asesment-nya, baru kemudian dilanjutkan pada proses pembukaan rekening di bank. Sehingga tidak ada korban gempa yang luput dari bantuan tersebut.

Apalagi, saat ini Pemkab Pijay juga berniat melakukan verifikasi ulang untuk ketiga kalinya, yang bisa dianggap bahwa hal ini dilakukan akibat data sebelumnya tidak valid. Karena itu, nama-nama korban gempa yang diinput berdasarkan data sebelumnya, seharusnya dianggap gugur, dan proses pembuatan buku rekening bank yang saat ini berjalan hendaknya dihentikan sementara.

Karena jika memang warga tersebut merupakan orang yang berhak, maka namanya akan kembali masuk dalam daftar penerima bantuan. Namun jika ternyata dinilai tidak berhak, seharusnya nama warga tersebut dieliminasi dari daftar.

Source

Incoming search terms:

No Response

Leave a reply "Dewan Pijay: Data Korban Gempa tak Valid"