Nova Mastura Divonis 6 Tahun

No comment 24 views

BANDA ACEH – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh memvonis terdakwa kasus investasi bodong, Nova Mastura (25) selama enama tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan. Ia dinyatakan terbukti menyebar berita bohong terkait investasi forex dolar melalui pesan siaran (broadcast) yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain dan merusak iklim investasi di Indonesia.

Putusan itu disampaikan majelis hakim dalam sidang pamungkas, Kamis (30/3). “Menyatakan Nova Mastura binti Abdurrahman terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) secara berulang kali,” kata hakim ketua, Badrun Zaini SH MH yang didampingi dua hakim anggota, Eddy SH dan Totok Yanuarto SH.

Amatan Serambi, Nova Mastura yang mengenakan rompi tahanan warna orange terlihat tenang saat duduk di bangku pesakitan. Raut wajahnya terlihat santai selama pembacaan putusan. Ia juga tidak menangis seusai putusan dibacakan. Pemandangan ini berbeda dengan ketika sidang sebelumnya. Di mana Nova meneteskan air mata saat mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh. Sidang kemarin turut disaksikan oleh mahasiswa Unsyiah.

Hukuman yang diterima Nova Mastura lebih berat dari tuntutan JPU Kejari Banda Aceh yang menuntut empat tahun penjara. Badrun menyatakan, majelis hakim sepakat dengan jaksa yang menjerat terdakwa dengan Pasal 45 ayat (2) Jo 28 ayat (1) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana, tetapi tidak sepakat dengan hukuman yang diberikan.

Menurut Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang ITE menyebutkan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik dipidana penjara selama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. “Dalam surat tuntutan jaksa penuntut umum tidak menuntut terdakwa sesuai dengan Undang-Undang ITE,” kata Badrun.

Selain itu, majelis hakim juga membacakan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Di antaranya, perbuatan terdakwa yang melakukan kejahatan melalui investasi bodong juga telah merusak iklim investasi di Indonesia. Lalu, perbuatan terdakwa juga telah mengurangi kepercayaan masyarakat untuk melakukan investasi dan terdakwa telah pula menikmati hasil kejahatannya.

Berdasarkan fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa terbukti melakukan kejahatan transaksi elektronik terkait investasi forex dollar yang belakangan diketahui bodong. Ia melakukan kejahatannya dengan menyebarkan berita bohong melalui pesan siaran (broadcast) BBM, sehingga menyebabkan saksi RA dan saksi YM (korban) mengalami kerugian masing-masing Rp 147.400.000 dan Rp 40 juta.

Isi broadcast yang disebar Nova antara lain berbunyi, “open invest dolar close jam 23.00 cair tanggal 30 bulan 6, beli dolar 10 juta dapat 60 juta total 70 juta pot 10 %, beli 50 juta dapat 350 juta total 400 juta pot 20 %, beli sekarang juga untuk 5 orang”. Sementara syarat yang ditawarkan untuk berinvestasi cukup dengan mengirimkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan fotokopi buku tabungan kepada Nova.

Terkait putusan tersebut, Nova Mastura yang didampingi kuasa hukumnya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Rifa Chinitya SH dan JPU Dikha Savana SH menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari, apakah melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh atau tidak.

Seusai persidangan, Nova Mastura kepada Serambi mengaku menerima putusan tersebut. Ia juga mengakui kesalahannya di mana bisnis yang dilakoninya tanpa berbadan hukum. Kendati demikian, ia mengaku kecewa dengan lembaga penegak hukum karena orang-orang yang menyetor dana kepadanya tidak dipersalahkan, padahal mereka semua sudah mengetahui bahwa bisnis itu tidak ada badan hukum.

“Semua rekan bisnis yang bekerja sama dengan saya mengetahui bahwa ini ilegal, kenapa hanya saya dipersalahkan selaku pengelola. Sementara selaku penikmat uang dalam bisnis ini bukanlah saya seorang. Tapi ada 90 orang di dalamnya dan ada Rp 16 miliar uang (yang berputar), mereka itu kemana? Seharusnya mereka juga bertanggung jawab dengan aliran dana ilegal ini,” katanya dengan suara bergetar.

Karena itu, Nova Mastura meminta kepada penikmat uang dari bisnis itu agar meminta maaf kepada dirinya baik melalui pribadi maupun media cetak selama tujuh hari ke depan. Jika tidak, ia akan menggugat satu persatu penikmat uang itu kepada pihak kepolisian.

Setelah memberikan keterangan, terdakwa dibawa kembali ke Rutan Perempuan dan Anak di Lhoknga, Aceh Besar, tempat selama ini ia ditahan.(mas)

Source

No Response

Leave a reply "Nova Mastura Divonis 6 Tahun"