PLN Launching 1.000 Pelanggan Perhari

No comment 7 views

* Listrik Aceh jadi Sorotan

BANDA ACEH – PT PLN Wilayah Aceh, Selasa (4/4) melaunching program penyambungan baru 1.000 pelanggan perhari dengan program ‘One day service.’ Dalam kegiatan itu juga dihadiri para Manager Area PLN seluruh Aceh, serta mitra kerja.

Namun, sejak beberapa bulan terakhir pelayanan PLN Aceh menjadi sorotan masyarakat. Sebab, hampir tiada hari tanpa pemadaman listrik baik terjadwal maupun di luar jadwal dengan alasan pemeliharaan jaringan. Ironinya, ketika listrik padam pada Senin (3/4) membuat siswa yang sedang mengikuti Ujin Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Aceh terganggu.

Selain launching penyambungan baru, General Manajer PLN Aceh, Jefri Rosiadi Selasa kemarin juga menandatangani MoU dengan Real Estat Indonesia (REI) Aceh, serta Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Aceh. Perjanjian sebagai komitmen bersama dalam memberi pelayanan kepada pelanggan baru yang sedang dibangun oleh REI dan Apersi.

Jefri Rosiadi mengatakan, dalam program penyambungan 1.000 pelanggan perhari itu PLN menyasar pelanggan di pendesaan yang belum tersentuh listrik. Serta para pelanggan baru yang bermunculan di kota, sebab saat ini pertumbuhan perumahan atau hunian baru semakin meningkat.

“Target kami tahun ini akan tersambung 50 ribu pelanggan baru, makanya program ini dimulai dari sekarang,” ujar Jefri kemarin.

Terkait persiapan menambahnya pelanggan baru, PLN juga berupaya mendirikan pebangkit baru atau melakukan penambahan kapasitas bagi pebangkit yang sudah ada. Beberapa diantaranya seperti Geotermal Seulawah, PLTA Peusangan, dan Jaboi Sabang.

Padamnya listrik sejak beberapa pekan terakhir telah mengecewakan masyarakat Aceh. Selain sering melampiaskan kekecewaan di media sosial juga tidak sedikit warga menghubungi kantor media untuk melepaskan perasaan kesal terhadap PLN.

Salah salah yang mengaku sangat kecewa yaitu Wakil Ketua DPR Aceh, T Irwan Djohan yang mengirim relis pers ke Serambi Selasa kemarin.

Irwan mengaku sudah putus asa dan tidak tahu harus berbicara apa lagi terhadap buruknya kualitas pelayanan PLN Aceh kepada masyarakat.

Dalam beberapa kali pertemuan dengan GM PLN Aceh, Irwan mengaku sering menanyakan apa yang bisa dilakukan Pemerintah Aceh untuk membantu PLN dalam penyediaan listrik kepada masyarakat, tapi tidak ada jawaban yang jelas dan sampai tiga orang GM PLN berganti. PLN sebagai BUMN adalah perusahaan yang melakukan usaha monopoli tanpa persaingan. Namun, sebagai pemain tunggal, tapi pelayanannya tidak profesional.

Terkait masalah sering padamnya listrik selama ini di Aceh, GM PLN Aceh, Jefri Rosiadi mengatakan, itu akibat gangguan pada transmisi di jalur Pangkalan Brandan-Binjai. Karena lepas arus dari transmisi, sehingga tidak ada arus yang masuk ke Aceh.

Akibat gangguan itu, PLTU Nagan Raya dan PLTMG Arun ikut bermasalah. Namun saat ini kedua pembangkit di Aceh kembali normal dan dapat menyuplai lagi arus. Menurutnya, kelistrikan Aceh dan Sumatera Utara menggunakan sistem interkoneksi, sehingga jika ada gangguan di Sumatera Utara maka Aceh juga ikut terganggu.

“Hari ini sudah masuk daya dari Nagan unit satu, Insyah Allah Jumat atau Sabtu akan masuk unit Nagan dua, kemungkinan minggu depan suplai listrik akan kembali normal,” kata Jefri berjanji.(mis/mun)

Source

Incoming search terms:

No Response

Leave a reply "PLN Launching 1.000 Pelanggan Perhari"