Polair Polda Tahan 6 Nelayan

No comment 10 views

* Gunakan Trawl untuk Menangkap Ikan

MEULABOH – Direktorat Polisi Pengairan (Polair) Polda Aceh menahan enam nelayan Aceh Barat dalam kasus penggunaan alat tangkap ikan jenis pukat harimau (trawl). Keenam nelayan ditahan polisi pada 28 Maret 2017 setelah sebelumnya ditangkap Satpolair Polres Aceh Barat di perairan laut Meulaboh. Hingga kemarin keenam nelayan tradisional tersebut masih mendekam di sel Polair Polda Aceh. Mereka dijerat Undang-undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perikanan.

Enam pemilik boat dari Aceh Barat yang ditangkap tersebut kembali akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Senin (17/4) di Ditpolair Polda Aceh di Banda Aceh. Berdasarkan keterangan diperoleh Serambi kasus penangkapan enam boat nelayan yang diduga menggunakan alat tangkap dilarang atau jenis trawl itu dilakulan Polair Polres Aceh Barat pada 23 Maret 2017 di perairan laut Meulaboh, Aceh Barat.

Kasus ini akhirnya ditangani Ditpolair Polda Aceh. Pada 28 Maret lalu keenam nelayan menjalani pemeriksaan di Polair Polda Aceh serta langsung ditetapkan statusnya sebagai tersangka serta dijebloskan ke sel Polair Polda Aceh di Banda Aceh. Dalam penangkapan, polisi awalnya ikut mengamankan 16 nelayan dalam enam boat tersebut. Namun hanya enam orang yakni pawang/tekong yang dijerat dengan UU Perikanan.

Sementara barang bukti (BB) enam boat yang digunakan nelayan itu diamankan di kawasan Meulaboh serta alat tangkap trawl diamankan di Satpolair Polres Aceh Barat. Enam nelayan yang hingga kemarin masih ditahan Polair Polda Aceh tercacat semuanya penduduk Aceh Barat. Yaitu Surya Adrianto (42) warga Pasi Masjid, Baktiar (37) warga Paya Peunaga, M Mizar (37) warga Ujong Baroh, Aliman (52) warga Padang Seurahet, Yuli Saputra (32) warga Padang Seurahet, R Din (46) warga Peunaga Baro.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK melalui Kasat Polair Polres Iptu Slamet kemarin mengatakan kasus itu ditangani Polair Polda Aceh, sedangkan barang bukti (BB) sejauh ini masih diamankan di Aceh Barat. “Kasus nelayan pukat harimau itu kita yang menangkap. Sementara untuk pengusutannya ditangani Polair Polda Aceh,” katanya.

Sementara itu Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat dan Aceh Jaya Hamdani kemarin mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga dari nelayan yang ditahan polisi. Pihaknya rencananya akan memberi dampingan hukum kepada para nelayan karena mereka termasuk nelayan tradisional dengan kapasitas boat yang digunakan rata-rata 5 GT.
“Rencana kita akan berikan pendampingan hukum. Senin (17/4) kita akan ke Polair Polda Aceh,” katanya. Selain itu tiga dari enam istri nelayan yang ditahan tersebut saat ini sedang dalam kondisi hamil.

Gunakan Hukum Adat Laot
Ppanglima Laot Aceh Barat Amiruddin mengatakan pihaknya bersama panglima laot sudah berkoordinasi dengan Polair bahwa dalam kasus ini agar dapat diselesaikan dengan hukum adat laot karena Aceh merupakan daerah yang mengunakan hukum adat laot.

“Kita berharap tidak ditahan. Tapi digunakan penyelesaian dengan hukum adat laot. Seperti yang ditangani baru-baru ini di Samatiga bahwa boat yang kedapatan menangkap ikan dengan pukat trawl dibakar alat tangkapnya dan bila perlu boatnya juga ikut dibakar,” kata Amiruddin.(riz)

Source

No Response

Leave a reply "Polair Polda Tahan 6 Nelayan"