Sidang Gugatan soal Uang Rp 1.000 Lanjut

No comment 12 views

* Mediasi tak Tercapai

BANDA ACEH – Mediasi atas gugatan Asrizal H Asnawi terhadap Bank Indonesia (BI) yang menerbitkan gambar pahlawan wanita asal Aceh, Cut Meutia tanpa penutup kepala di uang pecahan Rp 1.000, hingga sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (11/4), belum menemukan titik terang. Pasalnya Asrizal dan pihak BI sama-sama tak mau mengalah, sehingga persidangan dilanjutkan pada pembuktian.

Sidang keenam kemarin itu tidak dihadiri hakim mediasi, tetapi diwakili panitera pengganti. Sidang tersebut dihadiri penggugat, Asrizal bersama perwakilan mahasiswa Aceh di Jakarta, Rahmat Saputra dan pengacara tergugat, Panji.

Sebelumnya Asrizal melalui kuasa hukumnya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH menggugat BI ke PN Jakarta Pusat pada Selasa 24 Januari 2017 karena mengeluarkan pecahan uang Rp 1.000 dengan menyematkan pahlawan perempuan Aceh, Cut Meutia, tanpa mengenakan penutup kepala.

Asrizal yang dihubungi Serambi dari Banda Aceh mengaku kecewa dengan BI karena hingga mediasi keenam belum menyiapkan draf perdamaian atas materi gugatannya. Asrizal dalam gugatannya meminta semua foto pahlawan perempuan dari Aceh agar dihijabkan ketika akan digunakan pada semua tempat, termasuk pada mata uang.

“Saya sangat kecewa terhadap sikap BI yang mengulur waktu terlalu lama, hampir dua bulan. Sementara draf perdamaian kita sudah kita serahkan ke mereka untuk dipelajari. Saya telah memutuskan untuk tidak melanjutkan mediasi karena bakal berakhir sia-sia dan menyita banyak waktu,” kata anggota DPRA ini.

Namun dalam penjelasan lisan, sambung Asrizal, pengacara BI telah menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa mengabulkan apapun permohonan penggugat, baik menarik uang dari peredaran maupun ganti rugi material untuk masyarakat Aceh. Karena itu, Asrizal mengatakan tidak melanjutkan mediasi.

“Tetapi pihak BI meminta drafnya disepakati di depan hakim mediasi pada sidang depan,” tukasnya. Sembari menunggu sidang lanjutan, Asrizal menyatakan akan mempersiapkan bukti-bukti pendukung. “Mulai besok saya dan kawan-kawan peduli sejarah Aceh akan menyiapkan bukti pendukung kalau Cut Meutia berhijab,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRA itu mengatakan akan terus memperjuangkan bahwa Cut Meutia berhijab. “Ini harkat dan martabat pejuang dan wanita Aceh. Saya akan terus berjuang untuk perkara ini sampai kemanapun walau sampai darah terakhir, walau saya harus tersungkur karenanya,” pungkas Asrizal. (mas)

Source

No Response

Leave a reply "Sidang Gugatan soal Uang Rp 1.000 Lanjut"